” TOLAK LGBT “

LGBTMENOLAK GERAKAN LGBT. Allah SWT berfirman ” Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing didalam kemabukan (kesesatan). “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. ( Al-Hijir: 72-74).

Saat ini masyarakat ramai membicarakan tentang bahaya gerakan LGBT ( Lesbian, Gay, Biseksual dan Trans-Gender ). Sebenarnya pembicaraan ini sudah sejk dari dahulu ada dalam ajaran agama sehingga ketika orang bertanya pandangan Islam tentang masalah ini jawabannya adalah sangat jelas dan tegas, tanpa keraguan “LGBT adalah perbuatan haram yang harus ditolak, sedangkan gerakan legalisasi LGBT wajib ditentang atau diberantas hingga ke akar-akarnya”. Jika kaum muslimin tidak mengikuti bimbingan  Islam maka dikhawatirkan yang akan terjadi adalah Adzab, kemurkaan Allah SWT sebagaimana pernah terjadi pada ummat terdahulu (Jaman Nabi Luth AS)

Al Qur-an telah memperingatkan ” Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Al Anfaal ; 25)

LGBTBISA SEMBUH DAN ANCAMAN KERAS. Para ahli kejiwaan umumnya menyatakan bahwa para pengidap LGBT ini adalah orang yang sakit jiwa, diantaranya menurut Dr.dr. Taufiq Pasiak, M.Kes, N.Pd.I. LGBT adalah disorientasi seksual yang disebabkan oleh pola asuh, pergaulan, pendidikan dan aspek-aspek lingkungan yang berhasil mengubah struktur otak. Bukan oleh faktor genetika (keturunan, atau bawaan lahir). orang-orang ini menderita problem kejiwaan dalam hal orientasi seksual. Itu sebabnya mereka harus diterapi dan dibantu untuk sembuh. Dalam pandangan agama , kaum LGBT iini sesungguhnya orang-orang yang kosong dari keimanan takdir Allah….Mereka menolak realita lahir sebagai laki-laki atau sebagai perempuan dan menginginkan diri tampil sebagai yang sebaliknya. ini sama halnya dengan orang yang menolak terlahir dari ibunya dan ingin lahir dari ibu orang lain. Lingkungan mereka memberi ruang mereka tumbuh dalam penolakan terhadap takdir. Mereka menolak karunia hidup yang berdasarkan fitrahnya, lama kelamaan menjadi penyakit hati dalam bentuk su-udzon billah (berburuk sangka terhadap Allah) yang sulit diobati. Al Qur-an menjelaskan dalam beberapa ayat kisah tentang Nabi Luth Alaihis Salaam dan berupa memperbaiki masyarakat yang terkena penyakit mental ini. Beliau bekerja keras mendakwahi mereka secara sungguh-sungguh. Sampai-sampai Beliau menawarkan anak-anak Beliau yang perempuan untuk dinikahi oleh laki-laki homo itu. namun mereka menolak tawaran Nabi Luth dan memaksa Nabi Luth menyarahkan tamu-tamunya yang laki-laki. Pada saat itulah datang azab Allah kepada paa pendosa itu. Mereka berkata: ” Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia ? Luth berkata: ” Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka). Jika kamu hendak berbuat (secara yang halal). ” Allah berfirman:

“Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing didalam kemabukan (kesesatan). “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. ( Al-Hijir: 72-74).

Karena penyakit LGBT ini merupakan problem kejiwaan, maka obat yang paling manjur bagi pelaku LGBT adalah Iman kepada Allah, bertaubat kembali ke jalan fitrah yang lurus dengan menjalani syariat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam…. Maka solusi Islam terhadap persoalan LGBT adalah mendakwahi mereka dengan sungguh-sungguh agar kembali beriman pada takdir Allah…. Dakwah ini harus bersifat massif. Pemerntah seharusnya membuat regulasi yang melarang kehidupan LGBT dan melarang komunitas-komunitas gerakan mereka. Sementara itu orang tua dan keluarga yang bersangkutan jangan memberi peluang tumbuhnya kebiasaan buruk ini dengan menanamkan nilai-nilai ajaran agama kepada mereka. Firman Allah:

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth(kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangoun (di dunia ini) sebelummu? ” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (Al aa’raaf: 80-82).

BAHAYA MISI GERAKAN LGBT. Perbuatan kaum lesbian, homo, biseksual dan semacamnya sangat jauh dari fitrah kemanusiaan karena binatang yang tak berakal sekali pun ternyata tidak melakukan hal itu. Manusia yang memilih perilaku menyimpang tidak lagi pantas mengaku sebagai manusia. Karena itu LGBT merupakan penyakit masyarakat yang sangat parah, pelaku-pelakunya lebih buruk dari pelaku perbuatan maksiat lainnya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, telah menjelaskan:

Sahabat Ibnu Abbas Rodhiyallahu Anhu berkata, bahwa Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam telah bersabda ” Allah tidal akan melihat (meridhoi)orang yang bersetubuh dengan sesama jenis(homoseks atau lesbian), atau mengumpuli istrinya dari liang dubur” (HR Timidzi Nasai, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya).

Sahabat Ibnu Abbas Rodhiyallahu Anhu berkata, bahwa Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam telah bersabda ” Allah melaknati orang yang menyembelih binatang dengan menyebut nama selain nama Allah, melaknati orang yang menguasai sesuatu yang bukan dalam kekuasaannya, dan melaknati orang yang berbuat seperti kaum luth (homoseks)” (HR Ibni Hibban dalam kitab Shahih nya, dan Baihaqi).

Al Qur-an menjelaskan pula bahwa kaum LGBT ini ketika cemburu atau marah tingkat agresifitas sangat tinggi. Hal ini digambarkan dalam kisah Nabi Luth.

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka  dan dia berkata ” Ini adalah hari yang amat sulit. Dan datanglah kepada kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata ” Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah diantaramu seorang yang berakal.” Meraka menjawab : ” Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (Hud: 78-79).

Posted on Maret 17, 2016, in Al-Kisah, Alqur-an, Hadits, Humanity, Kajian, Kemanusiaan, Sosial. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan isi komentarnya, gratis koq !

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: