“Nabi Mengajarkan Bekerja”

Dalam berdakwah, Rasulullah SAW tidak sekedar berwacana, tetapi juga mempraktekan atau mengamalkannya. Karena itulah, beliau adalah uswatun hasanah, teladan yang terbaik. Islam adalah aqidah, syari’ah dan amaliah. Dan amal meliputi ibadah, ketaatan serta kegiatan dalam usaha mencari rizqi, mengembangkan produktivitas demi mencapai kemakmuran. Agama Islam tidak menghendaki pemeluknya menjadi orang yang malas dan memandang bahwa bekerja adalah perbuatan yang jelek dan hanya mendatangkan kesusahan belaka. Bahagia dan nikmat Allah juga ada dalam bekerja. Rasulullah SAW telah meneladankan hidup dengan bekerja secara tekun. Tidak saja setelah beliau diangkat menjadi Nabi, tetapi jauh sebelumnya beliau telah memberikan contoh kepada sekelilingnya bahwa, meski hidup miskin dan yatim piatu, seseorang harus menghargai dirinya sendiri dengan cara bekerja, sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain. Pada masa kecil dan masa mudanya, Rasulullah SAW bekerja mengembalakan kambing milik Bani Sa’id bersama saudara sepersusuannya. Kemudian menembalakan kambing milik penduduk Mekkah dengan upah tertentu, dan juga mengembalakan kambing diluar Mekkah.

Rasulullah SAW bersabda :” tidak ada seorang nabi yang tidak mengembalakan kambing.” Karena penasaran, ada seorang sahabat yang bertanya.”Engkau juga , Wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab .”Ya, aku juga.” Ketika menjelang aqil baligh, Rasulullah diajak pamannya, Abu Thalib berdagang ke negeri Syam. Ketika telah menjadi pemuda yang kuat, beliau kembali berdagang. Kali itu beliau bekerja kepada Sayyidah Khadijah RA, seorang wanita mulia sekaligus pedagang yang suka memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk menjualkan dagangannya dengan memberikan bagian keuntungan yang menarik kepada mereka. Ketika Khadijah mendengar kejujuran pemuda Muhammad serta sifat yang sangat amanah dan mulia budi pekertinya, ia menawarkan dagangannya kepada beliau untuk pergi ke Syam dengan memberikan bagian keuntungan yang lebih besar daripada yang lainnya. kepada baliau juga diberikan fasilitas, dibantu seorang budak perempuan, Maysarah. Kesuksesan berdagang ke Syam tidak saja membawa keberuntungan materiil bagi Muhammad SAW, tetapi juga keberuntungan bathiniyah. Sebab akhirnya Khadijah tertarik kepada dirinya dan kemudian ia menjadi suami juragannya itu. Jadi Nabi memberikan contoh bahwa etika bekerja yang baik dan benar tidak saja membawa keberuntungan materiil tapi juga keuntungan bathiniyah.

Islam mendidik pengikutnya agar cinta bekerja serta menghargai pekerjaan sebagai kewajiban dalam kehidupannya. Dia mengambil kemanfaatan dari kehidupan dan juga kemanfaatan dari masyarakat, maka sudah sepantasnya dia memberikan imbalanterhadapa apa yang diambilnya untuk ikut berprestasi di dalam pembangunan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Islam, lewat nabinya, menganjurkan bekerja. Selain menguatkan tubuh, bekerja juga merupakan latihan kesabaran, ketekunan, keterampilan, kejujuran dan pendayagunaan pikiran. Juga mempertinggi nilai perseorangan serta masyarakat, dan memperkuat umat. Jika tidak bekerja, terhentilah perjalanan manusia dalam memperoleh nilai yang tinggi, dan tidak ada kemajuan yang dapat tercapai oleh manusia. Islam membenci pengangguran, kemalasan dan kebodohan, karena itu merupakan “maut”, yang lambat laun akan mematikan semua daya kekuatan, dan menjadi sebab kerusakan dan keburukan.

Sejarah membutikan, ketika bangsa Romawi condong kepada kemewahan, memperkerjakan para budak untuk melaksanakan pekerjaan mereka, dan memandang bahwa bekerja adalah perbuatan hina dan tidak sesuai dengan kedudukannya yang mulia, bahkan mereka membudayakan kemalasan serta kemewahan itu di kalangan elit meraka, akhirnya jatuhlah mereka kejurang kehancuran dan keruntuhan. Kemalasan atau tidak suka bekerja keras, adalah racun yang lambat alun akan membunuh badan dan akal….Al-Kisah.

About RUDHIDAYAT

Menjalani sebuah kehidupan bagaikan kemudi dalam genggaman, kapan kita akan merubah arah dan kapan kita akan merubah haluan. Semuanya dikembalikan pada kita, kemana kita akan membawanya..........!

Posted on Juni 22, 2012, in Kajian, Motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan isi komentarnya, gratis koq !

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: