“Tajuk Rakyat”

Astaghfirullah hal adzim…..! Inikah yang dinamakan politik itu ! teman jadi lawan, lawan jadi teman.Subhannallah….! kami hanya seorang rakyat kecil yang awam terhadap ilmu politik, namun kami sangat risih dan malu dengan apa yang telah kami saksikan selama ini, akan tetapi keingintahuan kami tergerak untuk mencurahkan apa yang ada dalam benak kami, setelah kami saksikan dari apa yang kami lihat dan dari apa yang kami dengar, dari semua itu yang dirasakan selama ini hanya membingungkan, entah apa yang mereka cari dan entah apa yang mereka inginkan. Materikah….! Jabatankah….! Atau sebuah tangkup kekuasaan kah ! dan sepertinya mereka tak pernah habis-habisnya untuk mencari sebuah kepuasan. Memang pada dasarnya sifat manusia itu tidak pernah ada cukupnya, dapat satu ingin dua, dapat dua ingin tiga dan seterusnya, hingga ajal memisahkan Ruh dari Jasadnya.
Kami amati dari sudut pandang kami sebagai rakyat kecil yang awam pada kancah kepolitikkan, rasa-rasanya koq ! kian hari kian menjadi-jadi, umbar janji-janji dimana-mana, saling sindir dan saling membuka kekurangan lawan dan menonjolkan kelebihan diri yang seakan-akan ‘Akulah yang Terbaik’, kami jadi rancu akan dibawa kemanakah ranah perpolitikkan itu ?. Rakyat sudah jenuh dengan semua itu, yang diinginkan rakyat adalah bukti, karena kami perlu bukti bukan janji, bukti dari janji-janji yang mereka janjikan, bukti pengabdiannya terhadap Bangsa dan Negara, dan bukti berlaku adil dalam membuat sebuah peraturan dan kebijakan demi kemaslahatan rakyat seutuhnya.

Persaingan dalam berkompetisi itu wajar, namun persaingan itu harus sehat yang sifatnya membangun demi untuk kemajuan bangsa dan tanah air dan tanpa dicampuri dengan persaingan yang bersifat pribadi, kemenangan dalam berkompetisi dengan menghalalkan segala cara, itu adalah prilaku yang tidak membangun kemajuan moral bangsa, tapi akan menjadi kemerosotan moral bangsa. Junjung sportifitas dan konsisten dengan apa yang sudah menjadi keputusannya, realpolitik ! itulah yang kami ingikan.

Insya Allah….atas seijinNya, pada hari yang sudah ditentukan nanti semua apa yang sudah menjadi hak dan kewajiban kami semoga mendapat keridhoanNya. Amin ya robbal alamin.


About RUDHIDAYAT

Menjalani sebuah kehidupan bagaikan kemudi dalam genggaman, kapan kita akan merubah arah dan kapan kita akan merubah haluan. Semuanya dikembalikan pada kita, kemana kita akan membawanya..........!

Posted on Juni 16, 2011, in Humanity, Kajian, Motivasi, Renungan, Sosial and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kukuh budiharso

    bagus artikelnya… blognya juga.. makasih sudah mengunjungi blog saya di http://budiharso.wordpress.com, sukses selalu

Silahkan isi komentarnya, gratis koq !

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: