“Belajar Menjadi yang Terbaik”

 “ Belajar Menjadi yang Terbaik “ Allah Subhannahu Wa ta’ala menciptakan kita dengan beberapa kelebihan yang kita miliki, kita diberi akal pikiran untuk membedakan yang baik dan yang buruk, kita diberi anggota badan agar dapat berkarya dijalan keridhoanNya, akan tetapi kita terkadang lupa apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkannya dan kadang kita berlaku buruk dan melupakan yang baik, menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan sesuatu yang belum tentu bermanfaat bagi kita, alhasil kita terjatuh dan terpuruk dijurang kehancuran. Selanjutnya ! barulah kita menyadari bahwa apa yang telah kita lakukan itu dosa hingga kita melupakan ‘Sang Pencipta’.

Dengan berbekal penyesalan kita membenahi diri dengan berthobat untuk menghapus segala dosa-dosa dimasa silam dan membuang jauh-jauh tabiat yang buruk digantinya dengan prilaku yang sholeh, bersujud dan berserah diri dihadapanNya memohon ampun atas semua dosa-dosa yang sudah dilakukannya agar diberi jalan diatas keridhoanNya. Maka dari itu belajarlah menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Bersyukurlah atas nikmat dan anugerah yang diberikanNya dan bersyukurlah karena kita masih diberi kesempatannya untuk berthobat, karena Allah SWT senantiasa mengampuni orang yang mau berthobat dijalanNya maka dari itu jadikan thobatmu thobatannashuha, karena Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Belajar apa yang belum kita pelajari dari kehidupan, dari kehidupan apa yang  akan kita pelajari, semua itu tergantung dimana kita akan menempatkannya. Disuatu sisi kita hidup dijaman modern seperti sekarang ini dengan keadaan yang sangat memprihatinkan seperti contohnya perilaku para oknum-oknum pemimpin yang korup yang senantiasa menghalalkan segala cara demi untuk kepentingan pribadi dan koleganya semata, atas ketamakannya menghasilkan benih-benih keburukan moralitas bangsa yang berdampak pada stabilitas negara  yang terpuruk, konsepsinya sangat merugikan Bangsa dan Negara khususnya masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, akibatnya muncullah rasa kesenjangan sosial di hati masyarakat sehingga mewujudkan prilaku-prilaku yang anarkis, seperti halnya praktek premanisme dan prostitusi marak dimana-mana hingga menjamur disetiap pelosok, eksploiltasi anak-anak dibawah umur kian tak terelakan, konflik-konflik didalam tubuh para intelektual kian meruak, nafsu angkara murkapun dijungjung tinggi hanya untuk sebuah kekuasaan semata, seakan-akan kehilangan akal dan pikirannya. Sepertinya nilai-nilai sinar keimanan dihati manusia kian membias dan norma-norma kemanusiaannya menguap terserap jaman sehingga rentan akan kemaksiatan dan kemungkaran, sulit sekali untuk menyembuhkan apa yang sudah retas dan terkoyak, seperti dalam ringkasan fenomena kehidupan manusia yang ekstrem, seakan-akan kehidupan itu kekal melekat dihati manusia.

Inikah yang dinamakan jaman Jahiliyah itu ! Entahlah, yang jelas apa yang telah kita alami dan kita rasakan memang persis seperti pada jamannya. Akankah cahaya kebenaran itu tiba ? Insya Allah, hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui, asalkan kita mau membenahi diri dari segala perbuatan yang dimurkaiNya dan menjalankan perintahNya serta menjauhi LaranganNya. Melakukan suatu kebenaran itu sangatlah berat berbagai kendala yang akan kita temui seakan-akan kebenaran itu tidak berpihak pada kita, akan tetapi syukurilah apa yang ada karena hidup adalah anugerah tetaplah jalani hidup ini dan melakukan yang terbaik, senantiasa Allah SWT akan menunjukan kebesaran dan kekuasannya bagi hambanya yang bersabar dan tak kenal putus asa. Pelajari apa yang belum dipelajari sesuai dengan syariatNya, berbuat kebaikan pada sesama akan menuai kebaikan diakhir kelak karena amal perbuatan kita senantiasa menemani hingga menghadap Yang Maha Kuasa, semua amal perbuatan kita selama hidup di alam dunia akan dipertanggungjawabkan di yaumil khisab. Mulailah mengkoreksi diri dan evaluasi diri dari segala kekurangannya. Jadikan dirimu yang terbaik dari yang terbaik, seakan-akan hari esok hidup kita akan berakhir. Wallahu’alam bimurodhi hanya Allah Subhannahu Wa ta a’la Yang Maha Mengetahui…Amin ya robbal alamin.


About RUDHIDAYAT

Menjalani sebuah kehidupan bagaikan kemudi dalam genggaman, kapan kita akan merubah arah dan kapan kita akan merubah haluan. Semuanya dikembalikan pada kita, kemana kita akan membawanya..........!

Posted on Juni 16, 2011, in Humanity, Kajian, Motivasi, Renungan, Sosial and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kukuh budiharso

    bagus artikelnya. terimakasih telah mengunjungi blog saya http://budiharso.wordpress.com

    • Terima kasih mas, ini hanya seulas ungkapan saja yang secara spontanitas dari apa yang kita lihat. makasih atas kunjungan dan komennya. Salam dari blogger bogor, kapan2 kopdar di Blogger Asean mas…….Nuhun

Silahkan isi komentarnya, gratis koq !

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: