“Berbuat Baik kepada Anak Yatim dan Janda Miskin”

Anak-anak yatim, janda-janda, orang-orang miskin, adalah bagian masyarakat yang harus lebih diperhatikan keadaannya. Mengasuh dan mengayomi adalah tugas umat Nabi Muhammad SAW. Beliau pun akan membanggakan para pengayom ini dan akan bersanding bersama mereka di surga. Dari Dahl bin Said RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘ Aku dan orang yang menanggung anak yatim kelak berada disurga seperti ini’. Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan sedikit jari-jari lainnya.”(HR. Al-Bukhari).

Syarah Hadits

Hadits ini diriwayatkan Al-Bukhari dalam kitab Thalaq babLi’an dan kitab Adab. Kata “Yatim” memang memiliki banyak definisi. Di antannya, ada yang mengartikan orang yang tidak punya ilmu dan akhlaq. Tetapi, yang dimaksud dalam konteks hadits diatas ialah seorang anak yang ditinggal mati ayahnnya sehingga ia tidak memperoleh belaian kasih sayang dan bimbingan ilmu dari ayahnya. Al-Muhadits Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki membuat batasan tetang usia anak yatim, yakni belum mencapai usia baliq, berdasarkan riwayat Nabi SAW. Pengarang Nuzhah al-Muttaqin, syarah Riyadh ash- Shalihin, Dr.Musthafa Al-Bhuga, berkata, arti yatim pada manusia adalah anak yang ditinggal mati ayahnya. Sedangkan pada hewan, yang disebut yatim adalah yang ditinggal mati ibunnya. Dalam bahasa Arab, anak yang ditinggal mati ibunya disebut ujm, sedangkan ditinggal mati kedua orangtuanya disebut lhatim. Namun dalam aspek hukum dan pengertian yang umum, kata “yatim” mewakili makna anak yang ditinggal mati ayahnya yang san atas hak untuk diasuh. Hadits diatas menyampaikan anjuran dan ajakan untuk mengurus anak-anak yatim dan menjaga harta miliknya. Ibn Baththal barkata, “ Sungguh bagi siapa saja yang mendengar hadits ini hendaknya mengamalkannya agar menjadi pendamping Nabi SAW di surga, dan tidak ada kedudukan yang paling mulia di akhirat seperti kedudukan ini.” Mengasuh anak yatim merupakan tugas yang sangat mulia, dan yang melakukan akan mendapatkan keberkahan. Imam Ash-Shawi, dalam syarah tafsir Jalalayn, mengutip sebuah hadits yang berbunyi, “ Sebaik-baiknya rumah adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diurus dengan baik. Dan seburuk-buruknya rumah adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang di terlantarkan.” Dari Ibnu Hurairah RA, ia berkata, “ Nabi SAW bersada, ‘Orang miskin itu bukanlah  yang tergiur oleh satu- dua biji kurma atau satu-dua kali suapan makan. Sesungguhnya orang miskin itu adalah orang yang menjaga kehormatan dirinya (dari meminta-minta).”(Muttafaq’Allah).

Syarah Hadits.

Hadits ini diriwayatkan Al-Bukhari dalam kitab Zakat bab Firman Allah Ta’ala QS Al-Baqarah(2):273 dan kitab tafsir serta kitab makanan. Adapun Muslim meriwayatkan dalam kitab Zakat bab Orang Miskin yang tidak punya harta sedikitpun dan lainnya. Di dalam QS Al-Ma’arij (70): 25 disebutkan, orang miskin terbagi dua : Sa’il ( orang miskin yang meminta-minta) dan Mahrum (orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya) kedua macam orang miskin ini memiliki hak yang ditentukan (zakat atau sedekah wajib) serta shadaqah (pemberian serelanya). Maksud hadits ini ialah hendaknya setiap muslim yang hidup berkecukupan untuk memperhatikan keadaan saudara-saudaranya yang miskin tapi demi menjaga kehormatan diri tak mau menengadahkan tangan kepadanya. Dengan demikian, jangan sampai kemiskinan yang dialami itu membuat mereka kehilangan rasa malu, yakni dengan cara mempertotonkan kesusuhannya dengan meminta-minta belas kasihan orang lain. Islam sangat mencela perbuatan meminta-minta. Dan dalalm pandangan islam, menjadi tugas Negara untuk mengurus dan mengayomi mereka sesuai kebutuhanmya. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “ Orang yang mengurus janda dan orang miskin bagaikan orang yang berjihad dijalan Allah.” Dan beliau menambahkan,” Laksana orang yang bangun malam tetapi tak merasa letih, atau laksana orang yang berpuasa tapi tak pernah berbuka.”(Muttafaq’Allah).

Syarah Hadits

Hadits ini dikodifikasi Al-Bukhari dalam kitab Nafkah dan kitab Adab. Sedangkan Muslim mencantumkan dalam kitab Zuhud bab Berbuat baik kepada janda dan orang miskin. Janda (armalah, dalam bahasa arab) ialah seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya. Keadaan mereka yang sulit, tidak memiliki apa-apa, tidak ada tulang punggung keluarga dan penompang hidup, sedangkan anak-anaknya dan dirinya membutuhkan sandaran hidup. Islam sangat memuliakan keadaan perempuan yang menjanda tetapi memuliakan dirinya dijalan Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW memuji mereka, dan menyatakan bahwa kelak mereka akan menjadi penduduk surga lantaran kesetiaan dan ketabahan merawat dan mendidik buah hati hasil pernikahan dengan almarhum suaminya. Menilik hadits ini, perumpamaan seorang yang membaktikan dirinya untuk mengurus para janda dan orang miskin dengan seorang yang berjuang di medan perang di jalan Allah SWT adalah sama dan tingkatan pahalanya pun sama. Karena dibutuhkan kesabaran, perjuangan melawan keinginan nafsu dan iblis secara mudawamah (terus-menerus). Hadits ini mendorong kita untuk meringankan beban yang dialami para janda yang lemah dan orang miskin lainnya. Semua perbuatan shalih ini termasuk ibadah yang sangat mulia disisi Allah SWT.” Dari Anas RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda. “ Barang siapa mengasuh kedua anak perempuannya sampai dewasa, nanti pada hari kiamat bersamaku seperti dua jari ini, “ beliau merapatkan jari-jarinya .” (HR.Muslim)

Syarah Hadits

Imam Muslim menghimpun hadits ini dalam kitab Berbakti, Silaturahim dan Etika bab Keutamaan berbuat baik kepada anak-anak perempuan. Di masa Jahilyyah, manusia berbuat semena-mena terhadap anaknya yang berjenis kelamin perempuan. Kalau tidak dibunuh, paling ringan dijadikan budak nafsu, dan pekerja kasar. Karena mereka beranggapan, anak perempuan sebagai beban dan pertanda sial. Hadits ini menjadi bukti bahwa, ketika islam datang, islam sangat memperhatikan keadaan anak perempuan dan memdorong umatnya untuk memperhatikan hal tersebut. Sabda Nabi SAW ini menghapus keraguan pandangan Barat atas ajaran islam tentang wanita, sekaligus menjawab tuduhan kaum feminis yang mengatakan bahwa islam mendiskreditkan hak-hak muslimah. Hadits ini menyatakan keutamaan anak-anak perempuan dan upaya mendidik dan merawat mereka hingga mereka mencapai aqil baliq. Imam Al-Qurthubi berkata. “ Yang dimaksud aqil baliq ialah pencapaian perempuan hingga ia berada pada kemampuan atas dirinya untuk menikah, “ Yang dimaksud kemampuan  di sini ialah kemampuan mengurus diri, suami dan anak dalam mahligai rumah tangga. Perhatian kepada anak-anak perempuan diwujudkan dengan memberikan pendidikan buat mereka dan mempersiapkan mereka kelak hingga saatnya berumah tangga dengan laki-laki yang shalih. Kelak hasil didikan tersebut akan menghantarkan kedua orang tuanya berdampingan dengan Rasulullah SAW di surga. Rasulullah secara khusus menyatakan hal ini kerena kedudukan perempuan dimata islam sangatlah mulia. Kelak ia akan menjadi pendamping suami dan menjadi pendidik anak-anaknya. Ada sebuah ungkapan yang berkaitan dengan pendidikan para gadis remaja. “Ibu itu adalah sekolah. Jika enkau menyiapkannya, engkau telah menyiapkan sebaik-baiknya keturunan.” Hadits diatas juga berkaitan dengan merawat anak-anak yatim perempuan yang tak beda dengan anak-anak perempuan lainnya sebagaimana dijelaskan sebelumnya.


About these ads

About Jakatunggara

Menjalani sebuah kehidupan bagaikan kemudi dalam genggaman, kapan kita akan merubah arah dan kapan kita akan merubah haluan. Semuanya dikembalikan pada kita, kemana kita akan membawanya..........!

Posted on Desember 3, 2011, in Kajian, Kemanusiaan, Religi, Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan isi komentarnya, gratis koq !

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: