“Riya’ Mengikis Habis Pahala”
Di dunia seseorang bisa saja mengira bahwa ibadah yang ia lakukan sudah baik dan benar, tetapi, jika ternyata di dalam hatinya terkandung riya’ dan sum’ah, sia-sialah ia mengharapkan pahala di akhirat.
Seruan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya tidak hanya secara lahiriah, tetapi juga bathiniah. Justru aspek bathiniah itulah dasar setiap amal. Karena itulah, Nabi menegaskan pentingnya niat yang lurus sebelum melaksanakan amal ibadah, supaya nantinya tidak sia-sia. Dalam kitab yang kondang, Shahih Bukhari, Imam Bukhari mengutip Sayyidina Umar bin Khaththab ketika meriwayatkan hadits pertama dari Nabi Muhammad SAW, bahwa perbuatan itu tergantung pada niatnya. Nabi memberikan contoh, ” Barang siapa hijrah karena Allah dan Rasul-Nya, sebenarnya hijrah itu adalah untuk Allah dan Rasul-Nya. Namun, barang siapa yang hijrah karena mengharapkan hal-hal duniawi atau menikahi seorang wanita, itulah yang diperolehnya.” Read the rest of this entry
“Hikmah Sakit”
Sakit ! sudah tentu anda pernah mengalaminya, atau mungkin saat ini anda tengah dilanda penyakit yang menggangu rutinitas anda sehari-hari. sakit memang sangat menggangu dan perlu biaya yang tidak sedikit, apalagi bila phisik kita rentan akan penyakit yang senatiasa datang mendera kita, datangnya begitu cepat tapi perginya begitu lambat seakan-akan penyakit itu betah berada dalam tubuh kita. Saat kita sakit, kegelisahan meliputi jiwa. Tidak jarang orang yang sakit berkeluh kesah tentang penderitaannya. Daripada berkeluh kesah lebih baik segelah berobat karena berobat itu termasuk di antara sunnah Rasulullah Shollallah Alaihi wa Sallam. Para sahabat Rasullullah bertanya,”Ya Rasulullah, Apakah kami harus berobat ? Beliau menjawab, “Ya , wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah SWT meletakan penyakit dan diletakannya pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yang tak bisa diobati yaitu penyakit ketuaa”Pikun” (HR. Ashabussunnah). Read the rest of this entry
“Pengawetan dan Bahan Kimia yang berbahaya”
Waspadalah dengan segala bahan pengawet dari bahan kimia yang terkandung dalam makanan khususnya pada jajanan anak-anak yang, yang mana bahan pengawet itu salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia adalah gizi yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Jenis dan cara pengolahan bahan pangan sangat menentukan kadar gizi hasil olahan makanan tersebut. Kebutuhan pangan dan gizi keluarga dapat terpenuhi dari ketersediaan pangan setempat, daya beli yang terjangkau dan memenuhi syarat menu seimbang. Sudah diketahui bahwa bahan pangan, seperti daging, ikan, telur, sayur-sayuran maupun buah, tidak dapat disimpan lama dalam suhu ruang Masa simpan bahan pangan dapat diperpanjang dengan disimpan pada suhu rendah; dikeringkan dengan sinar matahari atau panas buatan; dipanaskan dengan perebusan; diragikan dengan bantuan ragi, jamur atau bakteri; dan ditambah bahan-bahan kimia seperti garam, gula, asam dan lain-lain.
“Memuliakan Tamu”
Dalam Islam, memuliakan tamu hukumnya wajib, bukan sunnah. Karenanya, sangat disayangkan bila kini banyak diantara kaum muslimin yang kurang memperhatikannya, atau mungkin tidak memahaminya. Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia menyakiti tetangganya; dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam saja.”(HR Al-Bukhari dan Muslim).
Untuk mengetahui bagaimana seharusnya kita sebagai umat Islam memuliakan tamunya, baiklah kita perhatikan kandungan sabda Nabi berikut, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya, yakni memberikan ja-izah (hadiah)kepadanya.” Para sahabat bertanya, ” ApaJa-izah-nya, wahai Rasulullah ?” Nabi menjawab. “Sehari-semalam dan perjamuan tiga hari-tiga malam. Apabila telah lewat tiga hari-tiga malam, segala apa yang telah kita berikan kepada tamu (umpamanya makan dan minium) dihukumkan sebagai sedekah…..,”(HR Ahmad dan Abu Daud). Read the rest of this entry
“Memilih digergaji daripada Korupsi”
” Demi Allah, jika badanku dibelah dengan gergaji, itu lebih aku sukai, daripada korupsi atau menyalahgunakan kekuasaan”
‘Iyadh bin Ghanim Al-Fihri dikenal sebagai pribadi yang santun dan pemurah. Dia berprinsip bahwa apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, juga dengan mudah diberikannya keoada orang lain. Senua yang dia miliki bisa pindah tangan kepada sahabat, kenalan, atau tetangganya. Dan dia melakukan itu dengan tulus ikhlas. Sehingga Khalifah Umar bin khaththab pernah mengatakan, “Dia suka menghambur-hamburkan hartanya.” Namun Umar juga memujinya “Sungguh kedermawanan berada ditangan ‘Iyadh. Jika harta Allah datang, sedikit pun dia tidak berupaya mengambilnya.” Tapi itu semua dia lakukan sebatas pada harta pribadinya. Dia tidak berani menyentuh harta milik negara untuk kepentingannya, meski ia punya kesempatan untuk itu. Dia begitu bertanggung jawab terhadap tugasnya dan mempraktekkan transparansi dan manajemen terbuka.
“Meneladani Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW”
Dari segala hal perbuatan dan perilaku Nabi Muhammad Salallahu Alaihi wa Salam merupakan teladan yang baik (uswatun hasanah). Cermati sikap-sikap beliau, rutinitas beliau, atau kegemaran beliau. Ternyata terkandung berbagai keutamaan, termasuk keutamaan yang memiliki pengaruh positif bagi kesehatan, baik kesehatan Jasmani (tubuh) atau kesehatan Rohani (kejiwaan). Sikap, rutinitas dan kegemaran beliau yang berdampak pada jasmani dan rohani, seperti diantaranya ;
“Rasa aman yang melalaikan”
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan”. (Yunus : 7-8)
“Indonesia-ku Menangis”
sedang bersusah hati,
air matanya berlinang,
mas intan yang terkenang,
hutan gunung, sawah, lautan, simpanan kekayaan,
kini ibu sedang lara, merintih dan berdo’a…………………
Masih ingat dengan syair lagu Ibu Pertiwi yang diciptakan oleh Ismail Marzuki ? dulu ketika kita masih kanak-kanak sering melantunkan lagu tersebut, akan tetapi makna dari syair itu belum kita pahami pada saat itu, namun pada jaman sekarang kita merasakan dan menjalani kehidupan ini sejak jaman Orde Baru hingga jaman Demokrasi saat ini, kita pahami dari arti syair tersebut. Read the rest of this entry
“Berbuat Baik kepada Anak Yatim dan Janda Miskin”
Anak-anak yatim, janda-janda, orang-orang miskin, adalah bagian masyarakat yang harus lebih diperhatikan keadaannya. Mengasuh dan mengayomi adalah tugas umat Nabi Muhammad SAW. Beliau pun akan membanggakan para pengayom ini dan akan bersanding bersama mereka di surga. Dari Dahl bin Said RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘ Aku dan orang yang menanggung anak yatim kelak berada disurga seperti ini’. Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan sedikit jari-jari lainnya.”(HR. Al-Bukhari). Read the rest of this entry
“Kisah Tujuh Malaikat Penjaga Pintu-pintu Langit”
Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum dia menciptakan langit dan bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu.
Ibnu Mubarak mengatakan bahwa Khalid bin Ma,dan bin Jabal RA.”Ceritakanlah satu hadits yang kau dengar dari Rasulullah SAW, yang kau menghafalnya dan setiap hari kau mengingatnya lantaran saking keras, halus, dan dalamnya makna hadits tersebut. Hadits manakah yang yang menurut pendapatmu paling penting ? Mu’adz menjawab. “Baiklah akan kuceritakan. Sesaat kemudian, ia pun menangis hingga lama sekali, lalu ia bertutur,”Hmm, sungguh kangennya hati ini kepada Rasulullah SAW, ingin rasanya segera bersua dengan beliau. Dia melanjutkan, suatu saat aku menghadap Rasulullah SAW. Beliau menuggangi seekor unta dan menyuruhku naik dibelakangnya, maka berangkatlah kami dengan unta tersebut. kemudian beliau menengadahkan wajahnya ke langit, dan berdoa ” Puji syukur ke hadirat Allah, yang Maha berkehendak kepada makhluq-Nya menurut kehendak-Nya.” Kemudian Rasulullah SAW berkata, ” Sekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu yang, apabila engkau hafalkan, akan berguna bagimu, tapi kalau engkau sepelekan, engkau tidak akan mempunyai hujjah kelak dihadapan Allah SWT.” Read the rest of this entry
“Kenikmatan Ahli Surga”
Tidak ada keburukan di surga. Semua baik, tetapi kebaikan itu tergantung amal perbuatan masing-masing di dunia.
Rasulullah SAW bersabda, ahli surga itu memasuki surga dalam keadaan muda, cantik dan tampan. Tingginya enam puluh hasta. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ” Allah menciptakan Adam dengan wajah yang tampan dan tingginya enam puluh hasta. Setiap orang yang masuk surga berwajah seperti Adam itu, tinggi enam puluh hasta. Ketinggian (anak Adam di dunia) berkurang setiap hari”. (HR Muslim). Read the rest of this entry
























